Khalifah Umar dan Nenek Tua12 Februari 2010
Di pagi yang sangat cerah, seorang perempuan tua berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkat di tangannya. Ia berjalan melewati tempat dimana Khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat sedang berdiri. Melihat wanita tua itu, Khalifah Umar lari tergesa-gesa mengejarnya dan meninggalkan semua sahabat-sahabat lainnya. Beliau menundukkan kepalanya dengan khidmat sehingga bisa mendengar apa yang dikatakan kepadanya. Beliau tidak meninggalkannya sehingga semua urusan perempuan tua tadi beres.
Selesai membantunya, Khalifah Umar bin Khattab kembali kepada para sahabatnya. Salah seorang dari sahabat bertanya: “Kenapa engkau wahai Umar meninggalkan kami dan berlari kepada perempuan tua itu?”
Khalifah Umar segera menjawab: “Tahukah kalian siapa wanita tua tadi?” Parasahabat pun penasaran seraya berkata: “Kami tidak tahu wahai Amirul Mukminin?” Khalifah Umar lalu menjelaskan tentang wantia tua tersebut: “Perempuan tadi adalah Khaulah binti Tsa’labah. Allah telah mendengar pengaduannya dari atas tujuh lapis langit,”
Cerita Khaulah binti Tsa’labah sangat populer, dan tertera di dalam al-Quran dalam surat Al-Mujadalah. Ia adalah sebab dari turunnya surattersebut. Kisahnya, suami wanita tua itu bernama Aus bin Shamit, pada suatu waktu suami tersebut telah berbuat dzhihar olehnya dengan mengatakan: “Bagiku engkau sudah seperti punggung ibuku.” Menurut adap jahiliah kalimat dzihar seperti kalimat talak, seolah-olah ia telah mentalak istrinya. Maka khaulah mengadukan hal ini kepada Rasulullah saw. Beliau saw pun tidak bisa memutuskan perkara ini, karena dalam hal ini belum ada wahyu turun dari Allah swt. Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak kepada Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini.
Sehingga kemudian turunlah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah swt, yang artinya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah. Dan Allah mendengar soal antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
“Demi Allah seandainya dia tidak berpaling walaupun hingga malam hari, maka saya tidak akan berpaling pula sampai aku bisa membantu apa yang diperlukannya.” Ujar Khalifah Umar kepada sahabatnya.
Beli Bukunya... Klik Disini
|