www.TamanBuku.com - toko buku islam online yang menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas
HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us toko buku islam online menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas
  • 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia ( edisi revisi & best seller )
  • Kepergian Sang Rasul Muhammad SAW
  • Wajibkah Memperingati Maulid Nabi SAW?
  • Lentera Qalbu
  • Sempurnakah Shalatmu ?
  • Al-Fathu ar-Rabbani Wa al-Faidhu ar-Rahmani
  • Petuah Bijak Sang Imam
  • Inilah Jawabku..!
  • 12 Ulama Kharismatik di Indonesia
  • Dakwah Cara Nabi II
  • Manaqib Sepuluh Wali Quthub Keturunan Nabi SAW
  • Intisari Fiqih Madzhab Syafi'i
  • 79 Macam Shalat Sunnat
  • 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah
  • Kecerdasan Bertauhid
  • Menguak Rahasia Ilmu Para Wali
  • Rahasia dan Hikmah Shalat Lima Waktu
  • Mendidik Anak dengan Benar
  • Ahlul Bid'ah Hasanah
  • Mengenal Lebih Dekat Sosok Baginda Nabi Muhammad saw Lewat Qasidah Burdah
Shopping Cart
shopping cart 0 item
Others






Others














News

Khalifah Umar dan Nenek Tua

12 Februari 2010

Di pagi yang sangat cerah, seorang perempuan tua berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkat di tangannya. Ia berjalan melewati tempat dimana Khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat sedang berdiri. Melihat wanita tua itu, Khalifah Umar lari tergesa-gesa mengejarnya dan meninggalkan semua sahabat-sahabat lainnya. Beliau menundukkan kepalanya dengan khidmat sehingga bisa mendengar apa yang dikatakan kepadanya. Beliau tidak meninggalkannya sehingga semua urusan perempuan tua tadi beres.

Selesai membantunya, Khalifah Umar bin Khattab kembali kepada para sahabatnya. Salah seorang dari sahabat bertanya: “Kenapa engkau wahai Umar meninggalkan kami dan berlari kepada perempuan tua itu?”

Khalifah Umar segera menjawab: “Tahukah kalian siapa wanita tua tadi?” Parasahabat pun penasaran seraya berkata: “Kami tidak tahu wahai Amirul Mukminin?” Khalifah Umar lalu menjelaskan tentang wantia tua tersebut: “Perempuan tadi adalah Khaulah binti Tsa’labah. Allah telah mendengar pengaduannya dari atas tujuh lapis langit,”

Cerita Khaulah binti Tsa’labah sangat populer, dan tertera di dalam al-Quran dalam surat Al-Mujadalah. Ia adalah sebab dari turunnya surattersebut. Kisahnya, suami wanita tua itu bernama Aus bin Shamit, pada suatu waktu suami tersebut telah berbuat dzhihar olehnya dengan mengatakan: “Bagiku engkau sudah seperti punggung ibuku.” Menurut adap jahiliah kalimat dzihar seperti kalimat talak, seolah-olah ia telah mentalak istrinya. Maka khaulah mengadukan hal ini kepada Rasulullah saw. Beliau saw pun tidak bisa memutuskan perkara ini, karena dalam hal ini belum ada wahyu turun dari Allah swt. Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak kepada Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini.

Sehingga kemudian turunlah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah swt, yang artinya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah. Dan Allah mendengar soal antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

“Demi Allah seandainya dia tidak berpaling walaupun hingga malam hari, maka saya tidak akan berpaling pula sampai aku bisa membantu apa yang diperlukannya.” Ujar Khalifah Umar kepada sahabatnya.

 

Beli Bukunya... Klik Disini



Baca juga
  » 25 Januari 2012
Tangisan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW ketika menangis tidak tersedu-sedu dan tidak pula dengan suara yang tinggi. Sebagaimana tawa beliau yang juga tidak terbahak-bahak.

  » 21 Januari 2012
Sejarah di Tulisnya Hizbul Bahr
Pada Tanggal 27 Rabiul Akhir 1327 Hijriyyah, Habib Ali menceritakan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Sayyidina al-Imam Abul Hasan asy-Syadziliy.

  » 9 Desember 2011
Maulid
Ketika Beliau SAW ditanya tentang puasa beliau pada hari senin, Beliau berkata : "Itu adalah hari dimana aku dilahirkan".

  » 3 Desember 2011
Khusyu'
shalat telah menyita hati dan pikiran beliau serta membuat urat-urat syaraf beliau menjadi tenang

  » 23 November 2011
Tawadhu'
Dunia adalah cobaan. Karena itu, saat generasi salaf berhadapan dengannya, mereka selalu mengatakan, “Inilah dosa yang siksanya langsung, tanpa ditunda-tunda.”

Others

"Nafsu itu ibarat bayi, jika engkau biarkan, maka ia akan tetap menyusu tiada henti. Namun apabila engkau menyapihnya, maka ia akan berhenti".

Taman Buku - Toko Buku Islam Online - Pusat Buku Pilihan Yang Berkualitas

Information
8 user sedang online
Anda pengunjung ke-151,502

my_zainal
Others


SMS : 0818.845.239
BBM : 20E740A8


Pembayaran
BCA
No.Rek : 345 180 9600
a.n.: Zainal Abidin
BSM
No.Rek : 003 711 4251
a.n.: Zainal Abidin
BNI
No.Rek : 022 878 3902
a.n.: Zainal Abidin
Search
Search:
Product Scroller
News
25 Januari 2012
Tangisan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW ketika menangis tidak tersedu-sedu dan tidak pula dengan suara yang tinggi. Sebagaimana tawa beliau yang juga tidak terbahak-bahak. detail

21 Januari 2012
Sejarah di Tulisnya Hizbul Bahr
Pada Tanggal 27 Rabiul Akhir 1327 Hijriyyah, Habib Ali menceritakan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Sayyidina al-Imam Abul Hasan asy-Syadziliy. detail

9 Desember 2011
Maulid
Ketika Beliau SAW ditanya tentang puasa beliau pada hari senin, Beliau berkata : "Itu adalah hari dimana aku dilahirkan". detail

3 Desember 2011
Khusyu'
shalat telah menyita hati dan pikiran beliau serta membuat urat-urat syaraf beliau menjadi tenang detail

» index berita
Others







Others




Others