www.TamanBuku.com - toko buku islam online yang menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas
HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us toko buku islam online menyediakan buku-buku pilihan yang berkualitas
  • 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia ( edisi revisi & best seller )
  • Kepergian Sang Rasul Muhammad SAW
  • Wajibkah Memperingati Maulid Nabi SAW?
  • Lentera Qalbu
  • Sempurnakah Shalatmu ?
  • Al-Fathu ar-Rabbani Wa al-Faidhu ar-Rahmani
  • Petuah Bijak Sang Imam
  • Inilah Jawabku..!
  • 12 Ulama Kharismatik di Indonesia
  • Dakwah Cara Nabi II
  • Manaqib Sepuluh Wali Quthub Keturunan Nabi SAW
  • Intisari Fiqih Madzhab Syafi'i
  • 79 Macam Shalat Sunnat
  • 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah
  • Kecerdasan Bertauhid
  • Menguak Rahasia Ilmu Para Wali
  • Rahasia dan Hikmah Shalat Lima Waktu
  • Mendidik Anak dengan Benar
  • Ahlul Bid'ah Hasanah
  • Mengenal Lebih Dekat Sosok Baginda Nabi Muhammad saw Lewat Qasidah Burdah
Shopping Cart
shopping cart 0 item
Others






Others














News

Telinga

11 Januari 2010

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru saja melahirkan dengan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ketangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil, sang ibu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu ternyata terlahir tanpa kedua belah telinga! waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya saja penampilannya tampak aneh dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya dipelukan sang ibu dan menangis terisak- isak.
"Tadi ada seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh," ujarnya.

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Walau tidak memiliki daun telinga, ia cukup tampan dan disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya dibidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan daun telinga untuk putranya. "Saya yakin mampu sepasang daun telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu kerumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang yang terbujur kaku itu, lalu menyibakkan sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa dilihat, namun pada apa yang tidak terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

[kisah diatas adalah sekelumit kisah yang ada di buku "Surga Di Depan Mata" yang bisa anda dapatkan di http://tamanbuku.com/product/0/64/Surga-Di-Depan-Mata ]

TAMANBUKU.COM - PUSAT BUKU PILIHAN YANG BERKUALITAS



Baca juga
  » 25 Januari 2012
Tangisan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW ketika menangis tidak tersedu-sedu dan tidak pula dengan suara yang tinggi. Sebagaimana tawa beliau yang juga tidak terbahak-bahak.

  » 21 Januari 2012
Sejarah di Tulisnya Hizbul Bahr
Pada Tanggal 27 Rabiul Akhir 1327 Hijriyyah, Habib Ali menceritakan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Sayyidina al-Imam Abul Hasan asy-Syadziliy.

  » 9 Desember 2011
Maulid
Ketika Beliau SAW ditanya tentang puasa beliau pada hari senin, Beliau berkata : "Itu adalah hari dimana aku dilahirkan".

  » 3 Desember 2011
Khusyu'
shalat telah menyita hati dan pikiran beliau serta membuat urat-urat syaraf beliau menjadi tenang

  » 23 November 2011
Tawadhu'
Dunia adalah cobaan. Karena itu, saat generasi salaf berhadapan dengannya, mereka selalu mengatakan, “Inilah dosa yang siksanya langsung, tanpa ditunda-tunda.”

Others

"Nafsu itu ibarat bayi, jika engkau biarkan, maka ia akan tetap menyusu tiada henti. Namun apabila engkau menyapihnya, maka ia akan berhenti".

Taman Buku - Toko Buku Islam Online - Pusat Buku Pilihan Yang Berkualitas

Information
8 user sedang online
Anda pengunjung ke-151,502

my_zainal
Others


SMS : 0818.845.239
BBM : 20E740A8


Pembayaran
BCA
No.Rek : 345 180 9600
a.n.: Zainal Abidin
BSM
No.Rek : 003 711 4251
a.n.: Zainal Abidin
BNI
No.Rek : 022 878 3902
a.n.: Zainal Abidin
Search
Search:
Product Scroller
News
25 Januari 2012
Tangisan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW ketika menangis tidak tersedu-sedu dan tidak pula dengan suara yang tinggi. Sebagaimana tawa beliau yang juga tidak terbahak-bahak. detail

21 Januari 2012
Sejarah di Tulisnya Hizbul Bahr
Pada Tanggal 27 Rabiul Akhir 1327 Hijriyyah, Habib Ali menceritakan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Sayyidina al-Imam Abul Hasan asy-Syadziliy. detail

9 Desember 2011
Maulid
Ketika Beliau SAW ditanya tentang puasa beliau pada hari senin, Beliau berkata : "Itu adalah hari dimana aku dilahirkan". detail

3 Desember 2011
Khusyu'
shalat telah menyita hati dan pikiran beliau serta membuat urat-urat syaraf beliau menjadi tenang detail

» index berita
Others







Others




Others